Tampilkan postingan dengan label health article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label health article. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Mei 2011

Diet Dukan






KOMPAS.com - Diet Dukan yang konon dijalankan oleh Kate Middleton ini, telah terbukti mampu merampingkan tubuh penyanyi Jennifer Lopez dan supermodel Gisele Bundchen segera setelah melahirkan. Lebih dari 1,5 juta orang di Perancis pun menerapkan cara langsing yang dinilai cukup menyenangkan ini.

Entah karena diet Dukan atau berkat pola makan tradisional masyarakatnya selama ini memang sudah baik, menurut WHO, kejadian kegemukan di Perancis hanya sekitar 10 persen, lebih rendah dari negara-negara barat lainnya. Diet hasil kreasi Dr. Pierre Dukan ini makin populer sejak ia meluncurkan buku The Dukan Diet pada tahun 2000.

Sebetulnya, saat pertama kali menyarankan seseorang yang putus asa karena selalu gagal berdiet, untuk hanya mengonsumsi protesin dan minum air putih selama lima hari, Dr Dukan masih berprofesi sebagai ahli syaraf. Kesuksesan orang itu, disusul keberhasilan yang lain, memotivasi Dukan untuk menekuni bidang gizi. Sejak tahun 1973 ia pun berpraktik sebagai dokter gizi.

Seperti apa rahasia langsing ala Perancis ini? Pola makan ini pada dasarnya merupakan diet tinggi protein, rendah lemak dan karbohidrat, yang terdiri atas empat fase:

1. Fase serangan: sekitar seminggu kita hanya boleh mengonsumsi protein seperti daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, ikan, seafood, dan hasil olahan susu bebas lemak, seperti keju cottage atau yoghurt tawar. Dianjurkan minum 3 liter air putih per hari. Boleh minum teh dan kopi tanpa gula. Makanan harus dipanggang atau dibakar. Telur rebus, putihnya boleh dikonsumsi sesukanya, tetapi kuningnya hanya 3-4 butir per minggu. Hindari makan bebek, angsa, gorenga, makanan kalengan. Dianjurkan beroleh raga cepat 20 menit per hari. Diet tinggi protein perlu waktu lama dicerna tubuh, dan bisa membakar banyak kalori (30 persen) untuk mencernanya, sementera lemak hanya membakar 12 persen kalori dan karbohidrat hanya 7 persen kalori. Selain kalori lebih banyak terbakar, protein juga membuat perut kenyang lebih lama, sehingga orang tidak cepat lapar. Dalam fase yang sangat rendah serat ini, banyak ahli gizi. Karena itu, disarankan mengonsumsi suplemen viamin dan mineral.

2. Fase Sayuran: mengonsumsi menu tinggi protein ditambah sayuran seperti tomat, bayam, brokoli, timun, daun bawang, seledri, lobak, asparagus, kubis, jamur, terung, cabai. Wortel dan bit boleh dikonsumsi dalam porsi sedang. Sayuran ini boleh disantap segar atau direbus/dikukus. Hindari: makanan sumber tepung (nasi, kentang, jagung, kacang polong, alpukat, dll), gula, minyak, lemak. Dianjurkan mengonsumsi dua sendok makan oat setiap hari dan jalan cepat 25-30 menit per hari. Fase ini dilakukan hingga mencapai berat badan yang diidamkan, tetapi turunnya berat badan sebaiknya maksimal 1 kg per minggu saja.

3. Fase Konsilidasi: setelah tercapai berat ideal, kita boleh kembali ke pola makan normal, tetapi dilakukan secara perlahan untuk menghindari munculnya efek yo-yo. Perkenalkan kembali makanan yang sebelumnya dihindari, seperti roti, mi, nasi, dll. Cara ini akan membiasakan tubuh kita pada pola makan baru dan berat badan tetap ideal. Lanjutkan mengonsumsi 2 sendok makan oat dan jalan kaki 25-30 menit per hari. Harus ada satu hari dalam seminggu, saat kita hanya boleh mengonsumsi protein.

4. Fase Stabilisasi: bila berat badan sudah stabil, kita bebas makan dan minum, tetapi harus ada satu hari dalam semingg saat kita hanya makan protein. Dan 'hari protein' itu harus diadakan seumur hidup. Dr Dukan menganjurkan untuk jalan cepat 30-45 menit per hari karena oleh raga merupakan kunci keberhasilan diet Dukan juga. (E. Saptorini)

Minggu, 10 April 2011

Jenis makanan yg baik dr kehamilan sampai pertumbuhan

Summary:
Makan sayur dan buah yg berwarna warni dalam seminggu
Perbanyak ikan, dan protein athu tempe, ayam kampung, daging merah non lemak
Hindari banyak makan Junk Food dan produk olahan spt. Burger, Nugget.
Banyak minum susu/ubi2an terutama ubi merah/pisang/labu kuning
Kurangi minuman kaleng dan jajanan di luar rumah
Komposisi makan yg seimbang, nasi+lauk+sayur+buah+susu

Sarapan ringan susu+buah+cereal/makanan berenergi

--
Asupan makanan seimbang adalah hal mendasar bagi tumbuh kembang optimal. Sebagai salah satu komponen pembentukan sel, zat-zat yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi berperan dalam pembentukan sistem saraf dan hormon.

   *      Tidak anti-karbohidrat
     Sumber karbohidrat antara lain beras, kentang, mi, jagung, gandum dan serealia lain.

   *      Susu, penting!

     Kalsium. Inilah zat gizi utama dalam susu dan produk olahannya seperti yoghurt, keju dan mentega. Kalsium membuat tulang dan gigi Anda jadi kuat, serta menjaga aliran darah dan fungsi sistem saraf. Janin pun butuh kalsium untuk pembentukan tulangnya. Jika Anda tidak cukup mengonsumsi kalsium, maka tubuh dan janin akan mengambil simpanan kalsium dari tulang Anda yang akan membuat kepadatan tulang menjadi berkurang (osteoporosis).
     Jadi,  Anda  tak usah berpikir untuk mengenyahkan susu dari daftar menu Anda. Tidak perlu juga mengonsumsi susu non-fat, karena lemak menjadi sumber energi dan membantu penyerapan vitamin A, D, E dan K. Sebaiknya Anda juga jangan mengonsumsi susu skim karena tidak mengandung vitamin A yang dibutuhkan untuk memperkuat daya tahan tubuh dan menjaga kulit tetap sehat.

   *      Berteman dengan ikan
     Ikan termasuk makanan "juara", karena kandungan protein dan mineral penting seperti zat besi dan seleniumnya tinggi. Ikan kembung, tuna dan kakap, mengandung asam lemak rantai panjang Omega-3 yang penting bagi perkembangan otak dan mata bayi. Selain harganya terjangkau, ikan lokal ini mudah didapat.

   *      Selalu ada protein
     Tubuh kita perlu protein cukup selama hamil, yakni sekitar 60 gram per hari. Protein penting untuk membangun sel-sel tubuh dan mengganti sel-sel yang rusak. Sumber protein yang baik adalah daging ayam, daging merah, ikan, susu, telur dan kacang-kacangan (termasuk tempe dan tahu).

   *      Jangan hitung kalori
     Keinginan diet menurunkan berat badan selama hamil adalah big no-no, apalagi tidak memasukkan sumber makanan penting seperti susu atau karbohidrat. Bukan berarti Anda boleh makan semaunya, tapi perhatikan komposisi makanan yang Anda konsumsi. Prinsipnya, penuhi kebutuhan tubuh akan zat gizi makro dan zat gizi mikro. Makanlah makanan bervariasi, atau tidak hanya mengonsumsi jenis makanan tertentu tinggi kalori, misalnya kue tart, meski sangat menginginkannya.

   *      Angkat jempol untuk buah dan sayuran
     Lima, adalah jumlah porsi minimum dari sayur dan buah yang dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari. Tapi buat ibu hamil, lebihkan porsinya menjadi tujuh. Mengapa? Banyak makan sayuran dan buah-buahan akan meningkatkan asupan zat gizi mikro, seperti asam folat dan berbagai vitamin serta mineral, serta mencegah sembelit.
     Jadi, selalu sertakan 1 porsi sayur (80-100 gram atau 1 mangkuk) setiap makan pagi dan malam serta selingan di pagi hari dan 2 porsi saat makan siang. Dua porsi lainnya bisa berupa snack seperi kroket isi sayur dan buah sebagai camilan.

   *       Batasi kafein
     Walau sebelum hamil Anda adalah peminum berat kopi, misalnya 3 cangkir per hari, kini sebaiknya batasinya hanya maksimal 2 cangkir. Soalnya, kadar kafein yang terlalu banyak berisiko membuat bayi lahir prematur, bahkan keguguran. Saat santai di kafe pesanlah caffee latte atau cappucinno yang kandungan susunya lumayan banyak. Jika ragu-ragu, minta kopi yang dekafein atau tidak mengandung kafein.

Vitamin dan mineral sangatlah penting bagi tubuh terutama dimasa-masa pertumbuhan anak dan remaja,dan tingkat kebutuhanya pun sangat berbeda-beda baik itu anak,remaja maupun dewasa,
Vitamin & mineral berfungsi untuk membuat tubuh bekerja dengan baik. Sebenarnya vitamin & mineral sudah terdapat di dalam bahan makanan sehari-hari. Tetapi terkadang karena gaya hidup, diet, ataupun hal lain yang menyebabkan kita tidak seimbang dalam mengkonsumsi makanan membuat kebutuhan vitamin & mineral yang dibutuhkan tubuh menjadi tidak terpenuhi.

Vitamin sendiri terbagi menjadi 2 kategori, yaitu vitamin yang larut dalam lemak & vitamin yang larut dalam air. Vitamin yang larut dalam lemak adalah : vitamin A, D, E, K yang dapat disimpan oleh tubuh karena sifatnya yang larut dalam lemak tubuh. Sedangkan vitamin yang larut dalam air yaitu : vitamin B kompleks & C tidak bisa diserap oleh tubuh karena harus dilarutkan dulu dalam air. Vitamin B kompleks & C yang tidak terserap oleh tubuh itu selanjutkan akan dikeluarkan oleh sistem pembuangan tubuh. Akibatnya kita membutuhkan asupan vitamin tersebut setiap hari. Sumber dari vitamin yang alami bisa didapat dari sayur, buah & produk hewani.

Sementara mineral merupakan zat yang terdapat didalam tanah & air, biasanya diserap oleh tumbuhan atau termakan oleh hewan. Ada beberapa jenis mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah besar seperti kalsium dan ada juga yang hanya dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah sedikit atau yang biasa disebut dengan trace mineral seperti : zat besi, zinc, iodium, selenium dll.
kekurangan vitamin & mineral di dalam tubuh dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan. Untuk remaja sendiri gangguan yang sering terjadi adalah gangguan pertumbuhan, masalah kulit, masalah emosional/mood, kesulitan dalam berkonsentrasi yang mengakibatkan turunnya nilai akademik, kelelahan, tulang rapuh saat tua nanti,

Berikut ini Vitamin & Mineral yang sangat Dibutuhkan Dimasa pertumbuhan Serta Sumber Alaminya

Jenis Vitamin

1. Nama Vitamin A
Fungsi Mencegah masalah kesehatan mata, meningkatkan sistem imun, juga berperan penting dalam pertumbuhan & perkembangan sel serta menjaga kesehatan kulit.
Sumber Banyak terdapat di sayuran & buah yang berwarna oranye seperti wortel, ubi, labu, apricot, peach, jeruk, pepaya & mangga. Terdapat juga didalam susu, telur & hati. Untuk makanan biasanya terdapat dalam makanan yang sudah difortifikasi (ditambahkan nilai gizinya)

2. Nama Vitamin C
Fungsi Dibutuhkan untuk pembentukan kolagen, yaitu jaringan tissue yang menahan sel. Juga penting untuk pertumbuhan tulang, gigi & gusi serta pembuluh darah. Vitamin C juga membantu penyerapan zat besi & kalsium, membantu dalam proses penyembuhan luka & meningkatkan fungsi otak.
Sumber Vitamin C dalam jumlah banyak dapat ditemukan di buah berry, kiwi, tomat, paprika hijau, brokoli, bayam, serta dalam jus buah jambu biji, anggur & jeruk.

3. Nama Vitamin D
Fungsi Diperlukan untuk memperkuat tulang karena vitamin D membantu penyerapan kalsium oleh tubuh.
Sumber Vitamin D merupakan vitamin yang unik karena dapat diproduksi sendiri oleh tubuh saat terkena sinar matahari. Sumber lain yang terdapat vitamin D adalah kuning telur, minyak ikan & susu yang sudah difortifikasi.

4. Nama Vitamin E
Fungsi Vitamin E merupakan anti oksidan yang dapat melindungi sel dari kerusakan. Vitamin E juga penting untuk kesehatan sel darah merah.
Sumber Vitamin E dapat ditemukan dalam berbagai makanan, seperti minyak nabati, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, alpukat & gandum.

5. Nama Vitamin B1 (biasa disebut juga dengan thiamin)
Fungsi Vitamin B1 dibutuhkan tubuh untuk merubah karbohidrat menjadi energy, diperlukan juga oleh jantung, otot & sistem syaraf supaya dapat berfungsi dengan baik.
Sumber Sumber vitamin B1 terdiri dari daging, ikan, kacang-kacangan, makanan yang terbuat dari kedelai & gandum. Vitamin B1 juga dapat ditemukan dalam makanan yang sudah di fortifikasi seperti roti, pasta & cereal.

6. Nama Vitamin B2 (biasa disebut juga dengan riboflavin)
Fungsi Sama seperti vitamin B1, maka vitamin B2 juga berfungsi untuk merubah karbohidrat menjadi energi. Selain itu vitamin B2 juga bermanfaat dalam proses pembentukan sel darah merah & kesehatan mata.
Sumber Sumber terbaik untuk mendapatkan vitamin B2 adalah daging, telur, kacang polong & lentils, kacang-kacangan, produk olahan susu, sayuran berdaun hijau, brokoli, asparagus. Sumber lainnya adalah makanan yang sudah difortifikasi.

7. Nama Vitamin B3 (niacin)
Fungsi Membantu mengubah makanan menjadi energiy, menjaga kesehatan kulit & fungsi syaraf.
Sumber Terdapat dalam daging merah, unggas, ikan, kacang serta makanan yang sudah difortifikasi.

8. Nama Vitamin B6
Fungsi Berperan untuk menjalankan fungsi normal otak & syaraf. Bermanfaat juga untuk memecah protein & pembuatan sel darah merah.
Sumber Banyak terdapat pada kentang, pisang, buncis, kacang-kacangan & biji-bijian, daging merah, ikan, telur, bayam & makanan yang sudah difortifikasi.

9. Nama vitamin B9 (biasa disebut dengan asam folat)
Fungsi Membantu proses pembentukan sel darah merah & DNA.
Sumber Sayuran kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, asparagus, berbagai macam jenis jeruk & unggas. Sumber lain adalah makanan yang sudah difortifikasi seperti roti, mie & cereal.

10. Nama Vitamin B12
Fungsi Berperan dalam proses pembentukan sel darah merah & menjaga fungsi syaraf.
Sumber Terdapat pada ikan, daging merah, unggas, susu, keju & telur. Terdapat juga dalam makanan yang sudah difortifikasi

Jenis Mineral

1. Kalsium
Fungsi Sangat penting dalam pembentukan tulang & gigi yang kuat. Masa pertumbuhan pada anak-anak & remaja merupakan masa pembentukan tulang, sehingga sangat penting pada masa ini anak-anak & remaja mendapatkan kalsium yang cukup sehingga dapat mencegah terjadinya pengeroposan tulang nantinya. Tulang yang keropos dapat menyebabkan terjadinya osteoporosis yang berakibat tulang menjadi mudah patah.
Sumber Susu & produk olahan susu lainnya seperti yogurt, keju dll. Dapat juga ditemukan di brokoli, sayuran berdaun hijau, serta makanan yang terbuat dari kedelai. Dapat juga ditemukan pada makanan yang sudah difortifikasi.

2. Zat besi
Fungsi Zat besi membantu sel darah merah mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Salah satu gejala akibat anemia karena kekurangan zat besi adalah lemah & lelah, pusing serta nafas yang pendek.
Sumber sumber terbanyak terdapat di daging merah, ikan & kerang, unggas, kacang kedelai, buncis, makanan dari kedelai, sayuran berdaun hijau & kismis. Makanan yang biasa difortifikasi dengan zat besi antara lain tepung terigu, cereal & produk gandum.

3. Magnesium
Fungsi Membantu sistem otot & syaraf, menormalkan denyut jantung & menjaga kekuatan tulang. Magnesium juga membantu tubuh membentuk energi & protein.
Sumber Banyak terdapat pada gandum, kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran berdaun hijau, kentang, buncis, alpukat, pisang, kiwi, brokoli, udang & coklat.

4. Fosfor
Fungsi Membantu pembentukan tulang & gigi, serta membantu tubuh membentuk energi. Sebagai bagian dari membran sel, maka setiap sel tubuh memerlukan fosfor untuk berfungsi secara normal.
Sumber Biasanya banyak terdapat di semua jenis makanan, tetapi paling banyak terdapat dalam produk susu, daging & ikan.

5. Kalium
Fungsi Membantu fungsi otot & syaraf, serta membantu tubuh menjaga keseimbangan air di dalam darah & jaringan tubuh.
Sumber Kalium terdapat di brokoli, kentang dengan kulitnya, sayuran berdaun hijau, jeruk, pisang, buah-buahan kering, kacang polong & lima.

6. Zinc
Fungsi Zinc berperan penting dalam pertumbuhan, pembentukan organ seksual, daya tahan tubuh & proses penyembuhan luka.
Sumber Banyak terdapat di daging merah, unggas, tiram & makanan laut lainnya, kacang-kacangan, makanan dari kedelai, susu & produk olahannya, gandum & makanan yang sudah difortifikasi seperti sereal.

https://babyorchestra.wordpress.com/tag/bahan-makanan-yang-dibutuhkan-masa-pertumbuhan/
http://mediapenunjangmedis.dikirismanto.com/vitamin-mineral-yang-dibutuhkan-untuk-masa-pertumbuhan.html

Jumat, 08 April 2011

Makanan Penurun Kolesterol

KEBIASAAN dan jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari berperan penting dalam memengaruhi kadar kolesterol darah Anda. Semakin baik pola dan kualitas makanan Anda sehari-hari, tentu makin terjaga pula keseimbangan kolesterol dan kesehatan Anda secara keseluruhan .

Bagi Anda yang ingin terhindar dari masalah kolesterol ada baiknya mulai mempertimbangkan makanan sehat antikolesterol. Berikut adalah lima makanan terbaik menurut Mayo Clinic yang membantu menurunkan kolesterol dan melindungi jantung serta pembuluh darah Anda.

1. Bubur gandum/oatmeal
Oatmeal mengandung serat larut (soluble fiber) yang dapat menurunkan kolesterol buruk (low-density lipoprotein /LDL) Anda. Soluble fiber juga ditemukan pada jenis makanan lain seperti kacang ginjal (kidney beans), apel, buah pir, barley, dan buah prune. Serat yang larut diyakini mampu menurunkan penyerapan kolesterol dalam pencernaan Anda. Mengonsumsi 10 gram lebih serat larut setiap hari dapat menurunkan kadar total LDL. Setiap 1 1/2 cangkir oatmeal matang yang Anda makan mengandung 6 gram serat. Jika Anda tambahkan buah seperti pisang, Anda menambah 4 gram lebih serat .

2. Kacang walnuts, almonds dan jenis lainnya
Berbagai studi menunjukkan, walnut secara signifikan menurunkan kolesterol dalam darah. Kacang ini mengandung banyak asam lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated fatty acids) yang dapat membuat pembuluh darah tetap sehat dan elastis. Kacang Almond juga memiliki faedah yang tidak terlalu beda, di mana penurunan kolesterol dapat Anda rasakan setelah sekitar empat minggu.

Diet untuk menurunkan kolesterol dengan 20 persen sumber kalori berasal dari walnut diklaim dapat menurunkan kadar kolesterol LDL hingga 12 persen. Kacang-kacangan umumnya berkalori tinggi sehingga dengan hanya sekitar segenggam (tidak lebih dari 2 ons atau 57 gram) akan memberi faedah.

Namun perlu diingat, ketika Anda mengonsumsinya dengan makanan lain jangan berlebihan. Makan berlebih justru membuat Anda kegemukan dan memicu risiko jantung.

3. Ikan dan asam lemak omega-3
Banyak riset yang mendukung manfaat mengonsumsi ikan dalam menurunkan kolesterol karena ikan kaya kandungan asam lemak omega-3. Asam lemak Omega-3 juga membantu jantung dengan beragam cara seperti menurunkan tekanan darah dan menekan risiko pembekuan darah. Pada pasien yang sudah mengalami serangan jantung, minyak ikan atau asam lemak omega-3 secara signifikan menurunkan risiko kematian mendadak .

Para dokter biasanya merekomendasikan untuk memakan ikan minimal dua kali dalam semingguu. Sumber makanan yang kaya omega-3 terdapat pada makarel, ikan herring, sarden, tuna albacore dan salmon.

Perlu diingat, untuk mempertahankan faedah ikan bagi kesehatan, sebaiknya ikan dipanggang atau dibakar dalam oven. Jika tidak suka ikan, Anda juga bisa mempeoleh omega-3 dari makanan lain seperti ground flaxseed atau canola oil.

Anda juga dapat memperoleh omega-3 atau minyak ikan dari suplemen, tetapi tentu tidak akan mendapatkn semua nutrien penting dalam ikan seperti selenium. Bila Anda memutuskan memakan suplemen, ingatlah untuk tetap memperhatikan pola makan Anda dan makanlah daging yang rendah lemak atau sayuran untuk menggantikan ikan.

4. Minyak Zaitun/Olive Oil
Minyak Zaitun atau olive oil mengandung campuran antioksidan potensial yang dapat menekan kolesterol tanpa mengganggu kadar kolesterol baik (HDL) Anda .

Badan Pengawas Makanan AS (FDA) merekomendasikan untuk mengonsumi sekitar 2 sendok makan (23 gram) olive oil setiap hari untuk menjaga jantung tetap sehat. Untuk menambah olive oil dalam daftar menu, Anda bisa mencampunya dengan sayuran, bumbu cair, atau mencampurnya dengan cuka sebagai pelengkap salad. Anda juga dapat menggunakan olive oil as sebagai pengganti mentega ketika memoles daging.

Beberapa riset menyarankan bahwa efek olive oil dalam menurunkan kolesterol akan lebih besar jika Anda memilih extra-virgin olive oil atau minyak zaitun ekstra murni. Minyak jenis ini tidak melewati proses pengolahan dan penambahan zat kimia yang diyakini mengandung lebih banyak antioksidan menyehatkan. Sebaiknya hindari “light” olive oil karena biasanya jenis ini sudah melewati beragam proses pengolahan sehingga faedahnya tidak akan maksimal.

5. Makanan yang difortifikasi atau diperkaya sterol dan stanol tumbuhan.
Banyak makanan yang kini telah difortifikasi dengan sterol atau stanol — zat dalam tumbuhan yang membantu menahan penyerapan kolesterol.

Margarin, jus jeruk, atau yogurt ada yang sudah difortifikasi dengan sterol yang bisa menurunkan LDL kolesterol hingga 10 persen. Jumlah sterol tumbuhan yang dibutuhkan untuk mencapai target itu sedikitnya 2 gram yang setara dengan dua porsi (237 mililter) jus jeruk dengan fortifikasi sterol dalam sehari.

Sterol atau stanol tumbuhan yang ditambahkan dalam makanan tidak akan memengaruhi kadar trigliserida atau pun HDL. Sterol atau stanol juga tidak akan mengganggu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak seperti A, D, E and K.

Sumber : Mayo Clinic – kompas.com

7 Foods U Should NEVER Eat!

By Jaclyn Johnson
eDiets.com Staff Writer

There will always be those fattening foods that are easy to
make, easy to get, and easy to crave. You think "OK, I know
this is bad but it can't be that bad!" Think again. Here are
the top seven foods you should never ever feed your family or
yourself!

1.Doughnuts

(Embedded image moved to file: pic30191.jpg)user posted image




It's hard to resist the smell of a Krispy Kreme doughnut, which
is why I never step foot in the store. Doughnuts are fried
chock-full of sugar and white flour and loads of trans fat.

According to the Krispy Kreme website, an average 3.5 ounce
sugar doughnut weighs in with about 400 calories and contains
few other nutrients besides fat. These sugary treats may
satisfy your craving but it won't satisfy your hunger as most
of the calories come from fat.

"Eating a lot of refined sugar contributes to blood sugar
'swings' or extreme fluctuations," eDiets Chief Nutritionist
Susan Burke said.


2. Cheeseburger with fries

(Embedded image moved to file: pic18007.jpg)user posted image

The age-old classic may be delicious but think twice before
sinking your teeth into that Big Mac. The saturated fat found
in cheese burgers has been linked to heart attacks, strokes and
some types of cancer.

"In fact, fast-food portions are gargantuan, almost double the
calories per meal compared to 20 years ago," Susan says.
"Twenty years ago the average fast-food cheeseburger had about
300 calories. Today's BK Whopper with cheese has 720. To burn
the excess 420 calories, you'd have to run for 40 minutes. For
example, in 1985 a medium French fry had 240 calories, 2.4
ounces. Today's 'medium' is 6.9 ounces and 610 calories.

"This fast-food meal of cheeseburger and fries has way too many
calories and fat grams, not to mention grams of saturated fat,
trans fat and cholesterol and sodium."

Let's break down this meal. First, take the white-flour bun
(refined carbohydrates), then add some processed cheese
(saturated fat and trans fat, plus lots of additives and
preservatives) and then top off with fried red meat
(cholesterol and saturated fats). And let's not forget about
the condiments such as the always fattening mayonnaise.

Not sounding so appetizing anymore, huh? Oh, and let's not
forget about the infamous side dish. You cheeseburger will most
likely come with a side of French fries, which is sadly the
most popular vegetable dish in the U.S. Don't kid yourself,
French fries are not vegetables, they are extremely high in fat
and contain a tiny amount of nutrients.

3. Fried Chicken and Chicken Nuggets

(Embedded image moved to file: pic11337.jpg)user posted image




With the recent class-action lawsuit between The Center for
Science in the Public Interest (CSPI) and KFC, the health risks
posed by fried foods are becoming more public. The CSPI is
suing the food chain for their use of cooking oil containing
unhealthy trans fats. The lawsuit seeks to order KFC to use
other types of cooking oils and to inform customers how much
trans fats KFC's food contains.

Foods cooked in highly heated oils (most notably partially
hydrogenated oil) have been known to cause cancer, weight gain
and other serious health risks if ingested regularly. A
10-piece chicken McNugget from McDonald's has 420 calories, 24
grams of fat and 1120 milligrams of sodium. One Extra Crispy
Chicken Breast from KFC has around 420 calories and eight grams
of saturated fat. So unless you want to super size yourself,
it's best to make a clean break with fried foods.


4. Oscar Mayer's Lunchables


(Embedded image moved to file: pic15457.jpg)user posted image

Sure they are convenient and easy, but boy are they unhealthy!
These kid-marketed lunches are loaded with saturated fat and
sodium. They usually contain highly processed meats and
cheeses, white flour crackers and sugary treats. Lunchables get
two-thirds of their calories from fat and sugar. And they
provide lopsided nutrition since they contain no fruits or
vegetables.

"They insidiously promote obesity by making kids think that
lunch normally comes in a cellophane-wrapped box," Susan says.
"Parents are promoting their children's obesity by buying these
items. They're expensive, too. Pack a sandwich and save dollars
and health."


5. Sugary Cereal

(Embedded image moved to file: pic12287.jpg)user posted image




Not all cereals are created equally. And while your kids might
beg for the latest cookie or marshmallow chocolate surprise
cereals, it is a safe bet they are about as healthy as a
dessert. Keywords to look out for are puffed, dyed and
sweetened.

Most kids' cereals are so highly processed they no longer look
like the grains they were originally made from. A healthy
alternative is oatmeal. Although, if you are buying
pre-packaged oatmeal make sure to check the label and see how
much sugar it contains, you might be surprised. m

"A little sugar isn't a problem but when the first ingredient
on the box is sugar, then watch out," she said. "There is no
fruit in Froot Loops. But the unsweetened original Cheerios or
Rice Krispies are fine, and you can sweeten them naturally with
blueberries and strawberries."


6. Processed Meats.


(Embedded image moved to file: pic27753.jpg)user posted image

What falls under the category of processed meats? Hot dogs,
sausage, jerky, bacon, certain lunch meats and meats used in
canned soup products. Almost all processed meats have sodium
nitrite added as a preservative.

A recent study conducted at the University of Hawaii found that
sodium nitrite can act as "a precursor to highly carcinogenic
nitrosamines -- potent cancer-causing chemicals that accelerate
the formation and growth of cancer cells throughout the body."
So eliminate these meats from your diet before they eliminate
you!


7. Canned soup.

(Embedded image moved to file: pic10383.jpg)user posted image




Sometimes regarded as a healthy food, soups can be very
deceiving. You must stay on your guard because many canned
soups have high levels of trans fats, sodium and artificial
preservatives such as MSG. Just one serving (which is roughly
one cup) can have almost 1,000 milligrams of salt. Also, steer
clear of soups that are cream-based, they can be high in
calories and fat.

Susan says it is important to "read labels from back to front.
Ignore the health claims, and instead focus on the ingredients
and serving size. Watch out for hydrogenated fat (trans fat)
and sodium. If you're buying bread to go with you soup, the
first ingredient should be whole grain -- either whole wheat,
rye or other grain. If it just says 'wheat bread,' that doesn't
mean whole wheat."

We all want our family to be healthy and happy, so steer clear
of these foods. Think it's difficult to maintain a healthy
lifestyle? Think again! eDiets make it simple to find healthy
foods with the correct nutritional balance for you and your
family. Our customized diet plans will help you lose weight and
feel great!